Categories
Perikanan

Apakah lebih baik menginkubasi Artemia atau Decapsulation?

Apakah lebih baik menginkubasi Artemia atau Decapsulation?

Apakah lebih baik menginkubasi Artemia atau Decapsulation?
Artemia salina banyak digunakan dalam budidaya, terutama di tempat penetasan. Penggunaan udang air asin dalam budidaya ikan, baik dalam ikan hias dan konsumsi ikan, sebenarnya lebih praktis karena tidak memerlukan waktu perawatan yang lama. Kami tinggal menetas dan Anda bisa memberikan udang air asin langsung ke benih ikan.

 

Dua Bentuk Ikubasi


Ada dua bentuk inkubasi udang air asin yang umum digunakan, yaitu inkubasi langsung dan dekapsulasi. Keduanya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi apa yang harus kita lakukan dalam bisnis budidaya ikan ini, menginkubasi udang air asin secara langsung atau dipenggal? Dan mana yang lebih baik dari kedua metode?
Ok, kita mulai dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

 

Manfaat dan Kekurangan Metode Inkubasi

Manfaat dari metode inkubasi udang air asin langsung:

1. Tidak membutuhkan bahan kimia
2. Tidak ada kemungkinan kontaminasi bahan kimia.
3. Aman untuk larva dan juga petani

Kekurangan dari metode inkubasi udang air asin langsung:

1. Waktu penetasan lebih lama
2. Kemungkinan masuknya bakteri atau parasit lebih besar.
3. Jumlah nauplii yang diperoleh lebih sedikit.

 

Kebelihan dan Kekurangan Metode Dekapsulasi


Kelebihan menginkubasi udang air asin dengan dekapsulasi
1. Waktu penetasan lebih pendek
2. Lebih aman dari bakteri atau parasit.
3. Lebih banyak nauplii diperoleh

Kurangnya metode untuk menginkubasi udang air asin dengan dekapsulasi:
1. Membutuhkan bahan kimia, yang berarti biaya tambahan diperlukan
2. Ada kemungkinan kontaminasi bahan kimia jika pencucian tidak cukup bersih
3. Ada risiko bahwa petani akan menghirup gas kimia.

Menggunakan bahan kimia dalam dekapsulasi membuat kista udang air garam lebih tipis, sehingga penetasan udang air asin dapat dilakukan lebih cepat dan Anda akan mendapatkan lebih banyak nauplii. Namun, ini akan sangat tergantung pada ketepatan penggunaan bahan kimia. Overdosis atau waktu perendaman dengan larutan pemutih dapat memiliki efek sebaliknya yaitu kurang nauplii. Penggunaan bahan kimia dalam bentuk larutan klorin, meskipun dampaknya mungkin kecil, tetapi ada risiko bahwa petani akan menghirup gas dari bahan kimia yang digunakan. Tentu saja, ini dapat diminimalisir dengan menggunakan keselamatan di tempat kerja, misalnya dengan mengenakan sarung tangan dan masker. Ini tentu tidak akan ditemukan jika metode penetasan digunakan secara langsung karena prosesnya lebih alami. Metode dekapsulasi diyakini dapat mengurangi kemungkinan bakteri atau parasit memasuki proses penetasan udang air asin secara alami karena penggunaan larutan klorin sementara juga bertindak sebagai desinfektan. Tetapi dengan dekapsulasi ada juga kemungkinan mengangkut bahan kimia jika mencuci dilakukan dengan pembersihan kurang atau jika dosis dan waktu penggunaan tidak benar (terlalu lama).

Jadi mana yang lebih baik dari dua metode untuk menetas udang air asin? Inkubasi atau dekapsulasi langsung? Jawabannya akan sangat tergantung pada kebutuhan dan kemampuan pembudidaya. Inkubasi langsung dari air garam udang relatif lebih aman dan lebih mudah meskipun waktu lebih lama. Kemungkinan masuknya bakteri dan parasit juga dapat diminimalkan dengan mencuci pada akhir panen atau dengan merendam dengan pemberian antibiotik. Dekapsulasi membutuhkan ketelitian dalam konsentrasi larutan dan waktu pencelupan / pencucian untuk menjadi sukses. Metode yang benar akan memberikan nauplii lebih bersih dan lebih bersih (wabah suci). Jika kita bandingkan dengan sistem budidaya ikan pada umumnya. Fiksasi artemia langsung akan mirip dengan ekstensifikasi, sedangkan dekapsulasi akan mendekati intensifikasi. Semua dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mana yang lebih baik? Silakan pilih milikmu.

 

Sumber : https://anekabudidaya.com/