Categories
Pendidikan

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam

Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam

Assalammu ‘Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh? Dalam ajaran agama Islam, mencukur bulu kemaluan hukumnya sunnah. Meskipun sebenarnya hal ini dapat dilakukan sendirian, tetapi kebanyakan dari umat muslim masih ragu bahkan malu untuk mencukur bulu kemaluannya.

Mencukur bulu kemaluan dalam Islam disarankan untuk dilakukan dengan teratur, bukan tanpa alasan. Hal ini tentunya akan memberi manfaat yang baik untuk Umat Islam yang pastinya sangat berkaitan dengan Kesehatan Dan Kebersihan dari seseorang yang mau melakukannya secara teratur. Dalam artikel kami kali ini, akan kami coba untuk membahas mengenai hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam yang akan kami rangkum dengan penjelasan berikut ini :

Hukum Melakukan Cukur Bulu Kemaluan

Dikutip dari beberapa hadist yang menjelaskan mengenai kesunnahan dalam melakukan cukur bulu kemaluan, kemudian terjadi kesepakatan antara beberapa Ulama yang menganjurkan cukur bulu kemaluan dan hukumya disunnahkan. Namun ada juga perbedaan dalam berpendapat dari persoalan tentang Mencukur Bulu kemaluan tersebut.

Menurut Madzhab Hanafiah : Yang menjelaskan bahwa sunnahnya apabila mencabut

Menurut Madzhab Maliki : Sunnahnya adalah mencukur bukan mencabut

Menurut madzhab Syafi’i : Yang menyatakan perbedaan antara muslim yang masih sendiri dengan perempuan yang telah usia lanjut. Bagi wanita yang masioh sendiri disunnahkan untuk mencabut, dan yang telah usia lanjut sunnahnya adalah mencukur bulu kemaluannya.

Madzhab Hambali/ Imam Ahmad : Sunnahnya mencukur dan mendapat persetujuan Lembaga Kajian Fatwa Arab. Dengan penjelasan oleh lembaga itu bahwa mensukur bulu kemaluan mempunyai manfaat untuk kebersihan pada sekitar organ vital. Serta hal ini dapat meningkatkan pembulu darah apabila atau saat melakukan jima agar dapat terhindar dari penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang berkembang diantara bulu tersebut.

Waktu Yang Disunnahkan Untuk Mencukur Bulu Kemaluan

Disunnahkan untuk melakukan pencukuran pada bulu kemaluan dengan masa atau waktu kurang dari 40 hari. Dinyatakan Anas Bin Malik “ Kami diberi waktu memotong kumis, kuku, ketiak serta bulu kemaluan kurang dari empat puluh malam “.

Imam Syaukani memiliki penjelasan pada kitab Nailul Authar “ waktu maksimal empat puluh hari telah ditentukan Nabi SAW, tidak diperbolehkan seorang muslim tidak memotong lebih 40 hari.

Hadist Yang Menjelaskan Tentang Mencukur Bulu Kemaluan

A’isyah Radiallahu ‘Anha : Nabi SAW bersabda : “ ada sepuluh hal dari fitrah (manusia), memangkas kumis, memlihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air kedalam hidung), potong kuku, membersihkan ruas jari jemari, mencabut bulu ketiak, mencukup bulu pubis dan istinjak (cebok) dengan air “. ( H.R. Muslim. Turmudzi, Abu Daud, Ibn Majah Dan Nasa’i ).

Imam As-Syaukani : menjelaskan istihdad, yang berarti memakai pisau, karena dalam melakukan cukurnya memakai pisau. Dan melakukan dalam bentuk cukur(habis), atau potong (pendek).——-( Nailul Authar, 1 : 141 ).

Cara Yang Dianjurkan Dalam Mencukur Bulu Kemaluan

Untuk memncukur bulu kemaluan, lakukanlah dengan diawali pada kanan atas kemudian menyamping ke arah kiri. Apabila Anda mendapat kesulitan dalam hal ini maka diperbolehkan untuk melakukannya dimulai dari arah manapun disesuaikan dengan situasi yang ada. Namun yang perlu diingat ialah agar membaca do’a lebih dulu untuk menghindari dari gangguan JIN.

Dalam melakukan cukur bulu kemaluan sebenarnya tidak ada do’a khusus, bahkan jika tidak berdo’a pun boleh saja dilakukan. Namun hendaknya awali lah semua kegiatan yang ingin dilakukan dengan membaca BASMALAH, hal ini agar JIN tidak mengganggu saat beraktifitas dimana saja. Atau juga boleh membaca do’a saat ingin masuk kekamar mandi.

Demikianlah pembahasan mengenai Hukum Mencukur Bulu Kemaluan Dalam Islam yang telah kami jabarkan untuk Anda fahami. Ikuti terus Artikel kami yang menarik lainnya tentu saja dengan berbagai sajian Ilmu pengetahuan umum dan Agama Islam. Yang telah kami rangkum dengan bahasa yang lugas dan mudah dimengerti. Kami berharap ini dapat memberi manfaat yang baik untuk Anda semua sebagai sobat baca Tenses.co.id dan selamat mencoba. Wassalammu ‘Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *